Blog Archive

Produk Teknologi dari China Serbu Pasar Indonesia


Shutterstock

KOMPAS.com - Krisis ekonomi yang melanda Eropa dan Amerika Serikat (AS) membawa pengaruh bagi perdagangan dunia. Tak terkecuali China yang selama ini gencar melakukan ekspor ke Eropa dan AS.

Karena pasar ekspornya menyusut ke Eropa dan AS, membuat China kewalahan dan mengalami tanda-tanda perlambatan ekonomi akibat penurunan ekspor ke Eropa dan AS.

"Ekspor ponsel dan produk informasi komunikasi teknologi (ICT) mengalami kesulitan karena daya beli Eropa dan AS melemah," kata Menteri Perdagangan Indonesia Gita Wirjawan di Jakarta, Sabtu (20/10).

Akibatnya, lanjut Gita, China mulai memasarkan produk-produknya itu ke negara berkembang seperti Indonesia, yang saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi dengan daya beli yang tinggi.

Pada kuartal I 2012 lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 6,3% dan pada kuartal II 2012 naik menjadi 6,4%. "Potensi ekonomi domestik Indonesia tinggi," jelas Gita.

Potensi ekonomi domestik itulah yang mengundang eksportir China membidik pasar di Indonesia, terutama untuk ekspor produk IT.

Saat ini, 60% pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berasal dari domestik. Oleh sebab itulah, terang Gita, Indonesia menjadi pasar yang potensial bagi negara-negara lain, termasuk China. Inilah yang membuat khawatir Gita.

Menurutnya, jika impor tidak di awasi, bisa jadi banyak produk impor yang melanggar ketentuan beredar di Indonesia. Apalagi, kata Gita, belakangan ditemukan beragam produk yang melanggar aturan keamanan. (Margareta Engge/KONTAN)

Read more »

Pongki Barata Mendadak Jadi Editor


KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHIPongki Barata mencipta lagu "Satu Gitar 1000 Nada" untuk gerakan 1000 Gitar untuk Anak Indonesia. Shooting klip video lagu tersebut diadakan di Rolling Stone Cafe, Jakarta Selatan, 1 Agustus 2011.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sudah beberapa bulan ini penyanyi Pongki Barata (34) memiliki kesibukan baru. Ia menjadi editor untuk situs berita musik yang dibuatnya, yaitu www.kamarmusik.com. Situs yang diharapkan bisa menjadi tempat bagi para artis muik mempromosikan karya mereka.

"Awal-awalnya, saya harus membangun kepercayaan kepada para musisi supaya mengirimkan berita atau siaran persnya. Nah, ada band-band tertentu yang kemudian minta tolong diedit. Mendadak jadi editor," ungkap suami penyanyi Sophie Navita ini.

Setiap hari Pongki menargetkan bisa mengunggah satu berita. "Sekarang sudah lumayan, ada beberapa kontributor, ada yang khusus menulis musik jazz," ujar pemilik album Sunrise ini.

Meski mengaku menjadi editor dadakan, Pongki ternyata sudah memiliki ilmu jurnalistik yang cukup. Saat masih duduk di bangku SMA BOPKRI 1 Yogyakarta, ayah dua anak ini mengikuti kegiatan jurnalistik. Sejak masih bergabung dengan band Jikustik, ia juga membuat sendiri keterangan persnya.

"Jadi, saya tahu bagaimana membuat berita yang bisa memberikan informasi kepada orang lain, termasuk konsep 5W 1H. Selain itu, teman-teman saya banyak wartawan dan sering berdiskusi," ujarnya lagi.

Pongki mengungkapkan, saat ini situs berita musik yang dikelolanya memang belum menghitung untung ruginya, tetapi dia yakin usahanya itu bisa mendatangkan keuntungan.

Read more »